Selasa, 2009 Februari 03

LDK DI AT-TAUFIQ, BEKASI

Tu... kan. Baru aja aku baca beberapa iklan tentang Training For Trainer di www.dahsyat.com tiba-tiba istriku yang cantik sekali telepon bahwa aku diminta jadi trainer untuk LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) di MTs. At-Taufiq, Sukawangi, Bekasi. Cuma... aku agak geli, istriku bilang bahwa materi LDK tentang Administrasi dan Kesekretariatan. Wah... kok bukan masalah leadership. tapi lihat ajalah nanti....

cak hopang.

AIR

Hari ini ane lumayan cukup istirahat di mobil MAYARAYA jurusan Cikarang-Tg. Priok. Ya ... namanya juga capek. Alhamdulillah jadi nggak kesel walaupun 2 jam macet di tol Jakarta-Cikampek. Memang macet masalah klasik. Tapi apakah tidak ada solusi terbaik?

*****

Ada situs menarik yang mesti temen-temen tengok: www.dahsyat.com. Benar benar dahsyat Mr. Tung Desem Waringin. dan cepet dech dapetin buku Beliau yang sangat dahsyat: FINANCIAL REVOLUTION dan MARKETING REVOLUTION.

*****

aDA JUGA UCAPAN BIJAK YANG mesti kita simak, dari AIR, Aku kutip dari buku: karya Atang Gumawang. Sang penulis cerdik yang banyak menulis buku ttg komputer berkata:

"Sungguh banyak fenomena dalam hidup ini. Dan dengan demikian, sekian banyak pandangan dan pengetahuan yang tertuangkan maupun yang terpendam. Akan tetapi, perlu untuk disadari bahwa itu semua belumlah mencapai derajat yang sempurna. Karena suatu ketika, cepat atau lambat, kebaikan dan kebenaran akan datang dan menjawab, yaitu antara menolak dan membenarkan bahkan memperluas sejumlah pandangan dan pengetahuan yang tertuangkan maupun yang terpendam."

Thank you, Mister.

cak hopang, Jakarta, 5 Februari 2009.

Minggu, 2008 Oktober 26

ISTANA TAMPAKSIRING


Istana Tampaksiring



28-12-2005
Istana Kepresidenan Tampaksiring berada pada ketinggian lebih kurang 700 meter dari permukaan laut, berlokasi di atas perbuktian di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Pulau Bali. Merupakan satu-satunya istana kepresidenan yang dibangun masa pemerintahan Indonesia yang dibangun pada tahun 1957 - tahun 1960, sepenuhnya ditangani oleh putra-putra Indonesia, atas prakasa Presiden I Republik Indonesia : Soekarno.

Nama Tampaksiring diambil dari dua buah kata bahasa Bali, tampak (bermakna telapak) dan siring (bermakna miring). Menurut legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah wilayah ini dikenal dengan nama Tampaksiring.

Istana Tampaksiring dibangun secara bertahap, arsiteknya R.M Soedarsono. Pertama kali dibangun adalah Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira pada tahun 1957, dilanjutkan perampungan tahun 1963. Selanjutnya untuk kepentingan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV, di Bali pada tanggal 7 - 8 Oktober 2003, di bangun gedung baru dan merenovasi Balai Wantilan, bangunan pintu masuk tersendiri yang dilengkapi dengan Candi Bentar, Kori Agung, serta Lapangan Parkir berikut Balai Bengongnya.

Istana Tampaksiring difungsikan disamping untuk acara-acara Presiden dan Wakil Presiden dalam hal kepemerintahan dan kenegaraan, juga peruntukan untuk tempat peristirahatan bagi Presiden dan Wakil Presiden peserta keluarga, serta bagi tamu-tamu negara. Menurut catatan, tamu-tamu negara yang pernah berkunjung ke Istana Kepresidenan Tampaksiring, antara lain Presiden Ne Win dari Birma (sekarang Myanmar); Presiden Tito dari Yogoslavia, Presiden Ho Chi Minh dari Vietnam, Perdana Menteri Nehru dari India, Perdana Menteri Khruschev dari Unit Soviet, Ratu Juliana dari Belanda dan Kaisar Hirohito dari Jepang.

Komplek Istana Kepresidenan Tampaksiring kini terdiri dari lima gedung utama dan satu pendapa. Dua gedung utama diberi nama Wisma Merdeka (1.200 meter persegi) dan Wisma Negara (1.476 meter persegi) yang dipisahkan oleh celah bukit sedalam lebih kurang 15 meter namun terhubung dengan jembatan sepanjang 40 meter, tiga gedung utama yang lainnya diberi nama Wisma Yudhistira, Wisma Bima, dan ruang untuk konferensi, serta Balai Wantilan.
Wisma Merdeka
Jembatan Persahabatan (Jembatan penghubung antara Wisma Merdeka dan Wisma Negara)
Wisma Negara

Jumat, 2008 Oktober 10

UANG CERDAS UNTUK KEHIDUPAN CERDAS

Ada aja jalan terbaik dan tercepat.

Mau cepat kaya dengan cara halal, segera klik:

http://www.uangcerdas.com/?id=abdulghofar

Untuk konsultasi: sms aja ke 08561002855 atau 085711125657

Rabu, 2008 Mei 07

Just 4 You....

Try this...!


Search Engine Optimization - AddMe

"ILMU MENGHADIRKAN"

ILMU MENGHADIRKAN
Seorang pemuda menemui Nabi SAW. Ia berkata, “Ya Nabi Allah, izinkan
saya berzina!” Orang-orang berteriak mendengar pertanyaan itu. Tetapi Nabi
SAW bersabda: “Suruh dia mendekat padaku.” Pemuda itu menghampiri
Nabi dan duduk di hadapannya. Nabi berkata kepadanya: “Apakah kamu
suka orang lain menzinai ibumu?” Segera ia menjawab, “Tidak, semoga Allah
menjadikan diriku sebagai tebusanmu.” Nabi SAW berkata: “Begitu pula,
orang lain tidak ingin perzinaan itu terjadi pada ibu-ibu mereka.”
“Sukakah kamu jika perzinaan itu terjadi pada anak perempuanmu?”
“Tidak, semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu.”
“Begitu pula, orang lain tidak ingin perzinaan itu terjadi pada ibu-ibu
mereka.”
“Sukakah kamu jika perzinaan itu terjadi pada saudara
perempuanmu?”
Begitulah Nabi SAW menyebut bibi dari pihak ibu dan pihak bapak. Untuk
semua pertanyaan Nabi, pemuda itu menjawab, “Tidak!” Rasulullah SAW
meletakkan tangannya yang mulia pada dada pemuda itu seraya berdoa: “Ya
Allah, sucikan hatinya, ampuni dosanya, dan pelihara kehormatannya.”
Setelah itu, tidak ada yang paling dibenci pemuda itu selain perzinahan.
(Q.S. al-Manar, 4:33).
Ketika saya membaca hadis ini, saya teringat pada artikel pada
majalah Harper’s, Agustus 1988. Judulnya: Reflections of Gangbanger
(Renungan Tokoh Gang). Ketika diwawancarai, tokoh gang kenamaan itu
berkata, “Aku dulu suka “mengompas” orang. Ya, kadang-kadang dengan
pistol di tangan, mencengkeram atau merogoh kantong mereka. Sebab,
kelakuan begitu kupikir enak. Tetapi, kalau kamu mulai tua, kamu tidak ingin
orang lain berbuat begitu padamu. Kamu juga tidak bakalan rela seseorang
menyerang ibumu, mengambil dompetnya, atau apa sajalah. Nah, aku mulai
berpikir. Aku tidak mau berbuat seperti itu lagi. Karena, bila ada orang
berbuat seperti itu lagi. Karena, bila ada orang berbuat seperti itu kepada
ibuku, aku siap membunuhnya. Ya, mulai saat itu, aku menyesali apa yang
sudah aku lakukan.”
Ada rentangan zaman yang sangat panjang antara dua dialog itu.
Tetapi ada benang emas yang menghubungkan keduanya. Manusia menjadi
lebih bauk bila ia dapat merasakan pengalaman orang lain seperti orang itu
mengalaminya sendiri. Ia bukan saja membayangkan pikiran atau perasaan
orang lain itu. Ia mengalaminya sendiri. Martin Buber, filsuf eksistensialis,
menyebutnya making present, menghadirkan.
Para filsuf Islam telah lama membahas sejenis ilmu “menghadirkan”,
yang mereka sebut ilmu hudhuri. Anda dapat mengetahui keberadaan Tuhan
dengan bukti-bukti aqli maupun naqli. Tetapi pengetahuan ini tidak akan
mempengaruhi kehidupan Anda. Hanya ketika Anda merasakan atau
mempengaruhi kehidupan Anda. Hanya ketika Anda merasakan atau
mengalami kehadiran Tuhan, seluruh eksistensi Anda akan mengalami
perubahan.
Anda dapat membaca hadis-hadis Nabi SAW dengan cermat. Anda
dapat membahasnya dengan sangat mendalam. Tetapi hadis-hadis itu hanya
akan mengubah diri Anda bila Anda dapat merasakan perasaan Nabi dan
mengalami pengalaman Nabi. Berguncang tubuh Anda, berdiri bulu kuduk
Anda.
Wallahu A'lam.